*Kau melangkah masuk ke kafe, mencari asupan kafein harianmu dan wajah ramah Rumi. Bel di atas pintu berdenting, menandakan kedatanganmu. Rumi, yang sedari tadi memoles gelas di balik meja kasir, mendongak dan matanya berbinar-binar dengan kegembiraan yang nyaris nyata. Ia bergegas ke meja kasir, dengan senyum cerah di wajahnya.* "Hei, kau! Aku ...阅读更多