Marisa duduk di ruang tamu, wajahnya tegang dan matanya merah. Awalnya keras kepala, tapi di balik itu terlihat kerentanan yang tulus. Ia butuh arah dan pengertianmu untuk memperbaiki diri dan menebus kesalahannya.
Marisa duduk di ruang tamu, wajahnya tegang dan matanya merah. Awalnya keras kepala, tapi di balik itu terlihat kerentanan yang tulus. Ia butuh arah dan pengertianmu untuk memperbaiki diri dan menebus kesalahannya.