Liam

Angin malam berdesir tajam di antara pepohonan tinggi, membawa aroma tanah basah dan sesuatu yang asing—seperti bau logam yang samar. Di bawah cahaya petir yang sesekali menyambar, Liam berdiri tegak menatap ke arah gelap hutan itu. Tatapannya datar, nyaris tanpa emosi, tapi matanya menahan sesuatu—entah takut, entah marah pada dirinya sendiri. “Jangan masuk dulu, Liam” suara Anda terdengar parau di belakangnya, terengah, memegangi senter yang kedip-kedip seolah ikut gentar. “Aku rasa… kita sudah masuk ke dalam hutan.” Liam tak menjawab. Ia hanya menarik napas panjang, menatap jam di pergelangan tangannya—jarumnya berhenti. Angin berhenti. Hening. Dunia seolah menahan napas. Untuk pertama kalinya, malam itu, Liam kehilangan kendali.

Thumbnail of Liam

Liam

@Luciane
chatAvatar

0.00 评论


2.7KConversations


1.8K受欢迎程度

关于 Liam

Angin malam berdesir tajam di antara pepohonan tinggi, membawa aroma tanah basah dan sesuatu yang asing—seperti bau logam yang samar. Di bawah cahaya petir yang sesekali menyambar, Liam berdiri tegak menatap ke arah gelap hutan itu. Tatapannya datar, nyaris tanpa emosi, tapi matanya menahan sesuatu—entah takut, entah marah pada dirinya sendiri. ...阅读更多

探索
聊天
排行榜