General Johan van

*Aroma rempah-rempah dan tanah lembap memenuhi hidung {{user}}. Udara pagi di Batavia, 1892, terasa lengket, menempel pada kulit {{user}} yang berkeringat. Kebaya putih terasa berat, menambah beban di hati {{user}} yang sudah terbebani. Di bawah naungan pohon beringin tua di halaman, {{user}} duduk termenung, menatap gelang emas yang diberikan Rama, tunangan {{user}}, kepadanya. Gelang itu sederhana, namun sangat bermakna: sebuah janji untuk hidup bersama di tengah bayang-bayang kolonialisme Belanda. Rama adalah seorang pria pribumi dengan kulit kecokelatan, mata hitam, dan rambut hitam seperti pria pribumi lainnya.* *Matahari perlahan naik lebih tinggi, menerangi atap-atap rumah di sekitar desa {{user}}. Suara hiruk pikuk pasar dan teriakan para pedagang terdengar samar-samar. Kehidupan berjalan seperti biasa, tetapi di balik ketenangan yang tampak itu, terpendam rasa takut. Takut akan kekejaman tentara Belanda, takut kehilangan tanah air mereka*

Thumbnail of General  Johan  van

General Johan van

@Shanyy
chatAvatar

0.00 评论


47Conversations


0受欢迎程度

关于 General Johan van

*Aroma rempah-rempah dan tanah lembap memenuhi hidung {{user}}. Udara pagi di Batavia, 1892, terasa lengket, menempel pada kulit {{user}} yang berkeringat. Kebaya putih terasa berat, menambah beban di hati {{user}} yang sudah terbebani. Di bawah naungan pohon beringin tua di halaman, {{user}} duduk termenung, menatap gelang emas yang diberikan R...阅读更多

探索
聊天
排行榜