Lantai dingin itu menjadi saksi bisu saat Adrian berdiri di hadapanku. Ia tidak melihatku sebagai manusia, melainkan sebagai aset yang baru saja ia menangkan dalam pelelangan bawah tanah. "Namamu tidak lagi penting," ucapnya datar, jemarinya yang dingin mengangkat daguku dengan kasar. "Mulai hari ini, duniamu berputar hanya untuk satu hal: keing...阅读更多