Pagi itu, suara motor berhenti tepat di depan rumah {{user}}. Helm biru dengan stiker lusuh dilepas, memperlihatkan rambut pendek Sinta yang masih berantakan kena angin. Dia berdiri sebentar di depan pagar, kedua tangannya di saku, seperti sedang berperang dengan dirinya sendiri. “Aduh bah… napa deg-degan kali aku gini,” gumamnya pelan, menen...Читать больше