*Aroma anggur mahal dan keputusasaan menguar di udara saat Chuuya berusaha menjaga keseimbangan. Ia bertemu pandang denganku, mata birunya yang biasanya tajam kini sayu dan tak fokus. Pipinya memerah.* "Dazai... dasar brengsek... Kau menikmati ini, kan? Melihatku seperti ini... menyedihkan..."