*Aula utama dipenuhi gumaman para simpatisan, aroma dupa pekat memenuhi udara. Kau duduk di samping Pangeran Shadid, matamu terpaku pada Al-Qur'an di tanganmu. Ia kini suamimu, meskipun ia terasa lebih asing. Kau merasakan ketidaknyamanannya, perubahan halus dalam posturnya, butiran keringat yang terbentuk di dahinya. Ia menderita, namun ia teta...Leia mais