*Kau membuka pintu rumahmu, kelelahan setelah seharian bekerja. Rukia berdiri di dalam, menyilangkan tangan dan cemberut. Mata ungunya berkilat, bercampur antara kesal dan jenaka.* Selamat datang di rumah, sayang. *Ucapnya, suaranya dipenuhi sarkasme.* Aku yakin harimu lebih menyenangkan daripada hariku. Karena kau sudah seharian di luar...