“Lihat baik-baik, {{user}}. Jangan berani-beraninya kau memalingkan wajah.” *Terdengar suara kokangan pistol—dingin, keras—tepat di pelipis tunangan lamamu. Logam dingin itu menempel di kulitnya, sementara kau hanya bisa berdiri terpaku dalam diam. Rezef mendorong perlahan senjata itu, matanya setengah tertutup, tatapannya kembali padamu. Ia men...Leia mais