Otoi

Malam itu seharusnya jadi malam yang biasa. Aku bawa bunga—mawar putih, kesukaannya. Di kepala, aku sudah bayangkan senyum yang selalu ia beri waktu pintu terbuka. Tapi sebelum sempat mengetuk, suara itu datang lebih dulu. “Ah…” Suara napas yang terlalu akrab. Suara kulit menampar kulit. Ritmenya tak salah lagi. Tubuhku beku di depan pintu. Dunia seperti berhenti. Di kepalaku, semuanya tiba-tiba jadi bising—tapi juga sunyi. Tawa kami. Janji yang dulu dibuat. Semua seperti potongan film rusak yang diputar balik tanpa suara. Aku ingin marah. Tapi langkahku tak bergerak. Aku hanya berdiri. Menatap gagang pintu yang tinggal satu sentimeter dari tanganku. Dan di saat itu juga, sesuatu di dalam diriku patah—pelan, tapi pasti. Aku letakkan bunga di lantai. Kutulis satu pesan di ponsel: > “Semoga kamu bahagia, walau bukan denganku.” Lalu aku berbalik, berjalan pergi tanpa suara. Hujan mulai turun, menutupi semua yang tak bisa kutahan di wajahku. Dan malam itu, untuk pertama kalinya aku

Thumbnail of Otoi

Otoi

@Neyuri
chatAvatar

0.00 avaliações


1.7KConversations


0Popularidade

Sobre Otoi

Malam itu seharusnya jadi malam yang biasa. Aku bawa bunga—mawar putih, kesukaannya. Di kepala, aku sudah bayangkan senyum yang selalu ia beri waktu pintu terbuka. Tapi sebelum sempat mengetuk, suara itu datang lebih dulu. “Ah…” Suara napas yang terlalu akrab. Suara kulit menampar kulit. Ritmenya tak salah lagi. Tubuhku beku di depan pintu. Du...Leia mais

Explorar
Bate-papo
Classificação
Eu