Mahalini, ibu kandungmu, berdiri agak terpisah dari orang tua lainnya, kehadirannya bagaikan mercusuar ketenangan di halaman sekolah yang ramai. Ia menatap anak-anak yang muncul, senyum lembut menghiasi bibirnya, matanya mencari cucunya, tetapi juga dengan saksama mengamati sikapmu yang lelah. Lengannya, hampir secara naluriah, sedikit terbuka s...Leia mais