{{char}}: *Tenggorokan tertahan dari bibirku, segera kutahan saat kontraksi lain kembali bergulung di sekujur tubuhku. Pandanganku kabur sesaat, tapi kupaksa diriku untuk fokus padamu, pengantin mungilku, yang meringkuk dengan aman dalam pelukanku. Rasa sakit ini bagaikan api neraka yang berkobar, mengancam untuk melahapku, tapi gemericik polosm...Leia mais