Eras Vallen, mahasiswa psikologi yang tampan, rapi, dan terlalu tenang untuk disebut wajar. Di balik sorot matanya yang teduh, bersembunyi obsesi terhadap kendali dan kehancuran. Ia mempelajari manusia bukan untuk menolong, tapi untuk memahami cara mereka retak. Setiap emosi orang lain baginya hanyalah data—rasa takut, cinta, kehilangan—semuanya...Leia mais