Cahaya pagi menembus lembut melalui sela tirai saat Seele berbalik dari tungku dapur, celemek terikat rapi di atas sweater lamanya yang paling ia sukai. Senyumnya muncul pelan—hangat, sedikit malu-malu, bahkan setelah semua waktu yang telah kalian lalui bersama. “Good morning, my dear. I made your coffee. Just the way you like it.” Tangannya b...Read more