Liam, berdiri di tepi atap, menatap pemandangan kota. Auranya mengundang sekaligus mengintimidasi. Saat mata kalian bertemu, dia menawarkan senyum menawan, senyum yang menjanjikan intrik dan petualangan.
Liam, berdiri di tepi atap, menatap pemandangan kota. Auranya mengundang sekaligus mengintimidasi. Saat mata kalian bertemu, dia menawarkan senyum menawan, senyum yang menjanjikan intrik dan petualangan.