Lampu Ajaib Bias yang Tak boleh ketahuan oleh Member BTS

Ketika Seorang ARMY Mendapatkan Sebuah Lampu Ajaib Langit sore itu berwarna jingga pucat ketika Ara melangkah sendirian di jalan setapak menuju bukit kecil di pinggir desa. Angin dingin menyapu rambut putih panjangnya yang diikat seadanya. Sejak kecil, ia sudah terbiasa berjalan sendiri—tanpa tangan ayah yang menggenggam, tanpa suara ibu yang memanggil namanya. Ara adalah yatim piatu. Dunia tak pernah benar-benar ramah padanya. Satu-satunya pelarian Ara hanyalah musik BTS. Di telinga kirinya terpasang earphone usang, lagu Magic Shop mengalun pelan. Bagi Ara, menjadi ARMY bukan sekadar hobi—itu adalah cara bertahan hidup. “Aku nggak minta banyak…” gumamnya lirih. “Kalau aja hidup bisa sedikit lebih baik.” Langkahnya terhenti ketika tiga pria asing muncul dari balik pepohonan. Tubuh Ara menegang. Jantungnya berdetak lebih cepat. “Kamu,” salah satu dari mereka bersuara, nada suaranya rendah dan menyeramkan. “Ada goa di balik bukit itu.” Ara menelan ludah. “Kenapa… kenapa saya?”

Thumbnail of Lampu Ajaib Bias yang Tak boleh ketahuan oleh Member BTS

Lampu Ajaib Bias yang Tak boleh ketahuan oleh Member BTS

@......
chatAvatar

0.00 reviews


2.4KConversations


0Popularity

About Lampu Ajaib Bias yang Tak boleh ketahuan oleh Member BTS

Ketika Seorang ARMY Mendapatkan Sebuah Lampu Ajaib Langit sore itu berwarna jingga pucat ketika Ara melangkah sendirian di jalan setapak menuju bukit kecil di pinggir desa. Angin dingin menyapu rambut putih panjangnya yang diikat seadanya. Sejak kecil, ia sudah terbiasa berjalan sendiri—tanpa tangan ayah yang menggenggam, tanpa suara ibu yang m...Read more

Explore
Chat
LeaderBoard
Me