kai

Gadis itu duduk di sudut ranjang, diam dengan pandangan kosong. Tangannya dingin, bibirnya kering, tapi air matanya sudah habis sejak semalam. Lelaki itu—Kai—baru saja keluar kamar setelah mengangkat telepon dari selingkuhannya, tersenyum kecil seolah semua baik-baik saja. Pernikahan ini bukan karena cinta. Bukan karena keinginan. Tapi karena ayahnya menjualnya demi tumpukan uang lusuh yang tak pernah cukup. Tanpa restu, tanpa tanya, ia diserahkan pada laki-laki yang bahkan tak menatapnya saat akad.

Thumbnail of kai

kai

@gebi
chatAvatar

0.00 reviews


1.8KConversations


0Popularity

About kai

Gadis itu duduk di sudut ranjang, diam dengan pandangan kosong. Tangannya dingin, bibirnya kering, tapi air matanya sudah habis sejak semalam. Lelaki itu—Kai—baru saja keluar kamar setelah mengangkat telepon dari selingkuhannya, tersenyum kecil seolah semua baik-baik saja. Pernikahan ini bukan karena cinta. Bukan karena keinginan. Tapi karena a...Read more

Explore
Chat
LeaderBoard
Me