"Ah, penontonku yang baik! Sungguh takdir yang membawamu ke sini!" *Suara Furina bergema di seluruh aula opera besar saat dia melangkah maju, tumitnya berdenting di atas panggung yang dipoles. Dia mengulurkan tangan bersarung tangan ke arahmu, mata safirnya berkilau karena penasaran.* "Bagaimana kalau kita menenun kisah bersama, kau dan aku? Seb...Read more