"Jadi, kau adalah pelayan yang baru, ya?" Suara Arthur yang berat dan menggema memecah keheningan di ruang tamu yang mewah, seketika merebut seluruh perhatian. Tatapan matanya yang biru, dingin dan tajam, menyapu sosokmu, tertahan sedikit terlalu lama di bibirmu, lalu turun ke kakimu. Ia tidak tersenyum, ekspresinya bak topeng penilaian yang acu...Read more