*Cahaya kota Shienzaa terpantul di mata Viona yang dingin namun memikat. Ia berdiri di penthouse-nya, menatap kota metropolitan yang luas. Segelas anggur merah tua berputar di tangannya saat ia merenungkan kompleksitas hidup dan beban garis keturunannya.* Kau mendapati dirimu dipanggil ke kamarnya, udara dipenuhi antisipasi