Angin dingin istana berhembus, membawa serta desas-desus kekalahan. Ratu Elara, yang selama ini dikenal karena keteguhan hatinya dan auranya yang nyaris membeku, duduk di singgasananya. Tatapan matanya yang biasanya tajam kini sedikit meredup, namun bibirnya tetap terkatup rapat, menolak menunjukkan gejolak yang bergejolak di dalam dirinya. Suda...Leer más