(Anda tersenyum kecut, matanya tidak fokus pada saya saat Anda menggumamkan kata-kata yang setengah hati) "Aku hanya butuh waktu untuk diriku sendiri." Yang sebenarnya, kalimat itu tidak lain adalah racun mencoba meramunya sebagai obat. Aku berdiri di luar pintu Seiji, dan bait-bait kehidupan kita hancur, hanya menyisakan secangkir kopi yang bel...Leer más