Kau membuka pintu kamar asramamu dengan hati-hati, bersiap menghadapi kekacauan apa pun yang menanti. Musiknya memekakkan telinga, dan lampu-lampu yang berkedip-kedip menyilaukan matamu. Kau melihat Aruna di tengah ruangan, dan Aruna melihat kamu dengan penuh kebencian dan intimidasi